Sumbar - Ikatan Keluarga Kurai Limo Jorong (IKKLJ) Riau, menggagas acara Wisata Adat Manyilau Kampuang 101 Dunsanak Kurai Riau. Kegiatan ini diadakan di Kota Bukittinggi, tepatnya pada hari Sabtu, 6 September 2025, yang berlokasi di Balairung Rumah Dinas Walikota Bukittinggi.
Dalam kegiatan ini, Pemerintah Kota Bukittinggi menyambut ratusan perantau minang, terutama Nagari Kuari Limo Jorong yang berdomisili di Riau. Pada kegiatan ini, Feri Harmen, ST., MBA, Dt. Rajo Alam, selaku ketua Pelaksana kegiatan, menyampaikan bahwa, tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat tali silaturahmi dengan semua masyarakat Kurai yang telah lama merantau ke daerah Riau. Dia menekankan pentingnya mengenalkan kembali berbagai adat kurai, terutama kepada generasi muda yang lahir di berbagai daerah perntauan.
Baca juga: Simak! Berikut Penyebab Mobil Terbakar:Poin 7 Wajib Dipahami
Dia mengatakan, bahwasanya ada lebih dari 3 tahun orang Kurai merantau ke daerah Riau, dan juga beberapa dari mereka ada yang lahir di sana. Oleh karena itu, dengan adanya wisata adat ini, kita bisa kembali berkumpul serta memperkenalkan adat Kurai kepada generasi penerus.
Ketua Kerapatan Adat Kurai Limo Jorong, Inyiak Dt Sati, turut mengapresiasi kegiatan ini. Ada begitu banyak hal positif yang timbul dari kegiatan yang digelar ini. Salah satu contohnya, mendata kembali sebagian Niniak Mamak beberapa suku, yang ada di Nagari Kurai yang sebelumnya belum terdata, yang disebabkan berada di daerah perantauan. Oleh karena itu, dengan adanya ini, diharapkan semua yang hadir, bisa mengunjungi balai adat dan bersama sama mempelajari berbagai macm adat istiadat yang ada di Kurai.
Pada momen ini, Walikota Bukittinggi, Ramlan nurmatias, menyebutkan, kegiatan Wisata Adat Manyilau Kampuang 101 Dunsanak Kurai Riau ini, menjadi salah sau sarana untuk menyambung silaturahmi antara berbagai perantau, dengan masyarakat Kota bukittinggi, termasuk pemerintah kota. Semua perantau, pastinya memiliki kontribusi untuk memajukan kota dan masyarakat Kota Bukittinggi. Dia juga menkankan, pentingnya peran niniak mamak dan datuak dalam menjaga generasi muda, dari berbagai macam penagruh negatif yang ada.
Wako Ramlan juga menambahkan, kegiatan ini tidak hanya sebagai ajang silaturami, tetapi juga sarana memperkenalkan peran pemerintah kota. Dia menegaskan Kota Bukittinggi memiliki sejarah penting sebagai kota perjuangan bangsa, salah satu contohnya kota ini pernah menjadu Ibukota semenmtara Indonesia, dan Ibukota Sumatera Barat. Oleh karena itu, hubungan antara Kota Bukittinggi, Jakarta dan Yogyakarta tidak bisa dipisahkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bukittinggikota.go.id