Sumbar - Bencana hidrometeorologi yang terjadi beberapa daerah di Sumatera Barat, menimbulkan banyak kerugian dan korban jiwa. Seperti kerusakan infrastruktur sekolah, fasilitas umum, jalan jembatan, lahan pertanian, rumah rumah warga dan banyaknya korban jiwa. Di mana untuk jumlah korban jiwa di setiap daerah yang terdampak juga banyak, baik korban MD, luka luka, belum ditemukan atau sudah ditemukan serta korban yang sudah dan belum terindentifikasi.
Salah satu daerah yang terdampak besar yaitu, Kota Padang Sumatera Barat. Ibukota Provinsi Sumatera Barat ini, mendapatkan banyak kerugian, di samping juga banyaknya korban jiwa. Cotnohnya lumpuh atau terputusnya beberapa akses jalan ke kota ini dan sebaliknya, infrastruktur rusak, kos kosan, rumah serta perumahan yang terkena dampak banjir bandang. Selain itu air Pantai Kota Padang, yang sebelumnya menampilkan warna yang indah, sekarang kotor dan bercampur dengan sampah, serta jalanan yang penuh dengan material material.
Dalam hal ini, Walikota Padang, Fadly Amran menyatakan bahwa, jumlah perkiraan infrastruktur yang rusak pasca bencana banjir bandang dan cuaca ekstrim ini adalah senilai Rp. 202.8 Miliar. Di mana kerusakan cukup parah, yaitu putusnya jembatan Gunung Nago, di mana jembatan ini merupakan penghubung antara 2 kecamatan yaitu Kecamatan Pauh dan Kecamatan Lubuk Kilangan. Kerugian akibat putusnya jembatan ini mencapai Rp. 45 miliar.
Baca juga: Pasca Bencana Hidrometeorologi Sumbar: Ajang Minang Geopark Run 2025 Diundur
Selain itu juga terdapat Jembatan Kalawi Limau Manis yang juga putus, dengan kerugian Rp. 35 miliar. Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengatakan bahwa, ada enam jembatan yang terkena banjir bandang ini, dan 2 buah lagi mengalami kerusakan berat, dengan total keruskaan infrastruktur jembatan ini mencapai Rp. 127 miliar.
Tidak hanya itu saja, sarana yang dimiliki oelh PDAM juga mengalami kerusakan. Terdapat sebanyak10 intake mengalami kerusakan yang berat, dan pompa air baku ajuga terendam air. Dia juga menambahkan bahwa, sampai saat ini pihaknya akan terus melakukan pendataan jumlah kerugian yang dialami.
Baca juga: Kiat Pemerintah Kota Bukittinggi Dalam Penyaluran BLTS Kesra Pada 3.581 KPM
Semoga semua korban bencana alam di provinsi Sumbar ini bisa segera pulih dan bangkit. Serta juga seluruh infrastruktur yang rusak, agar bisa segera diperbaiki oleh pemerintah setempat. Agar arus mobilisasi, perekonomian dan rutinitas bisa berjalan lancar lagi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Padang.go.id