Senin, 18 MEI 2026 • 13:44 WIB

Gubernur Sumbar Membuka Secara Resmi Event Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026: Simak ulasan Selengkapnya

Author

Jam Gadang di Kota Bukittinggi (sumbar.jadesta.com)

Sumbar - Bertempat di Kota Bukittinggi, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyledi Ansharullah membuka secara resmi event Alek Anak Nagari Bukittinggi 2026. Kegiatan ini berlangsung di Lapangan Wirabraja, Kota Bukittinggi pada hari Sabtu, 16 Mei 2026. Event Alek Anak Nagari ini, merupakan dari adanya upaya dalam hal melestarikan budaya serta juga permainan tradisional yang ada di Minangkabau. Hal ini guna perkembangan teknologi digital. 

Pada saat sesi penyambutannya, Gubernur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah menjelaskan bahwa, event ini tidak hanya sekedar sebagai hiburan rakyat saja. Akan tetapi juga ruang dalam hal memperkuat identitas budaya serta juga nilai nilai kebersamaan yang ada di masyarakat Miannagkabau. Hal ini senantiasa harus diwariskan kepada generasi muda. 

Dalam hal ini dia juga menegaskan, permainan tradisional ini mempunyai adanya peran penting dalam hal membentuk karakter pada anak. Hal ini melalui adanya nilai nilai sportivitas, kreativitas, gotong royong, kerja sama sosial dan juga keberanian. 

Baca juga: Berbagai Macam Vihara yang Ada di Kota Padang dan Aturan Saat Mengunjunginya

Dia memaparkan bahwa, permainan tradisional tidak hanya sebagai warisan budaya saja. Akan tetapi juga guna membangun adanya karakter pada generasi muda. Adapun nantinya, nilai nilai kejujuran, kebersamaan, kecintaan pada budaya lokal dan juga sportivitas tumbuh melalui permainan rakyat. Di mana diwariskan secara turun temurun. 

Pada saat ini juga bisa dilihat, penggunaan smartphone membuat berbagai macam permainan tradisional seperti congkak, galah panjang, lompat tali, sepak tekong, mancik mancik dan lainnya mulai jarang dimainakn oelh anak anak saat ini. Sebagaimana diketahui juga, berbagai macam permainan tradisional ini mempunyai keterkaiatan yang erat, pada filosofi hidup masyarakat minang. Hal ini menjadikan alam sebagai adanya sumber pembelajaran. Hal ini juga tercermin pada sebuah pepatah mengatakan “alam takambng jadi guru”. 

Baca juga: Dalam Hal Meningkatkan Kualitas dan Pemeratan Pendidikan: Pemprov Sumbar Rencanakan Asrama Buat SLTA

Dia juga turut menjelaskan juga mengenai momentum 100 tahun Jam Gadang, sebagai simbol dari kebanggaanmasyarakat di Sumatera Barat dan juga saksi adanya perjalanan sejarah yang ada di Kota Bukittinggi. Dia juga berharap, pada momen peringatan ini bisa menjadi momentum dalam hal memperkuat identitas budaya dan juga mendorong pada sektor pariwisata serta juga ekonomi kreatif masyarakat 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Amatan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU