Sumbar - Beberapa hari yang lalu, masyarakat dihebohkan dengan adanya ledakan bom rakitan yang meledak di salah satu sekolah menengah atas di Kota Padang. Yaitu di MAN 3 Kota Padang. Perisitiwa ini berlangsung saat kegiatan pembelajaran dan tepat di minggu pertama kegiatan pembelajaran di awal tahun ajaran baru.
Sontak ledakan bom hasil rakitan ini, membuat heboh dan menejutkan siswa/siswi, tenaga pendidik dan lainnya yang berada di lingungan MAN 3 Kota Padang. Dari informasi yang didapatkan, diketahui satu fakta bahwa bom rakitan ini dibuat oleh seorang Siswa MAN 3 Kota Padang, yang di mana pelaku tersebut juga merupakan koban perundungan atau bullying dari teman temannya di bangku sekolah.
Adapun latar belakang pelaku yang berinisial R (17) tersebut, karena merasa tertekan akan bullying yang dia terima. Hal ini juga sudah dikonfirmasikan oleh Kabid Hubungan Masyarakat (Humas) Polda Sumatera Barat, Kombes Susmelawati Rosya. Dalam laporannya dia menyatakan bahwa pelaku mendapat tekanan psikologis karena sering jadi bahan bulan bulanan atau bullying oleh teman temannya.
Baca juga: Respons Aspirasi Masyarakat: Proyek Jalan Tol Sicincin – Bukittinggi Tidak Lewati Kubang Putiah
Saat ini juga pihak dari kepolisian setempat juga turut memberikan rehabilitasi dan pendampingan psikologis terhadap (R) pelaku perakitan bom tersebut. Buat pendidikannya dan kegiatan pembelajarannya juga akan terus diberikan, sesuai dengan haknya sebagai pelajar.
Dari laporan Juru Bicara Densus 88 Anti Teror Polri, Kombes Maynra Eka menjelaskan bahwa, pelaku (R) belajar merakit bom tersebut secara daring atau melalui internet. Dia juga mengutarakan bahwa pelakuu mendapat inspirasi dari kasus di SMAN 72 Jakarta yang juga sempat jadi perbincangan publik dulunya.
Baca juga: Masyarakat Kubang Putih Tolak Pembangunan Jalan Tol Sicincin – Bukittinggi: Berikut Alasannya
Berdasarkan keterangan dari teduga pelaku (R) dia menyatakan bahwa, media untuk merakit bom dirakit secara mandiri dengan bahan juga diperoleh secara online serta dibuat tanpa diketahui oleh orang tuanya. Terduga pelaku juga dkabarkan tergabung dalam group yang di mana pada group tersebut membahas cara membuat bahan peledak. Kasus ini saat sampai berita ini diturunkan, juga tengah ditelususri lebih lanjut oleh pihak berwajib
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan