Kericuhan Berujung Aksi Kekerasan Oleh Satpol PP Pada Pihak Universitas Fort De Kock Bukittinggi! Simak Ulasan Selengkapnya
Sumbar – Pada hari Rabu, 22 Juli 2026 terjadi kericuhan antara Satpol PP Kota Bukittinggi dengan pihak kampus Fort De Kock di kawasan kampus tersebut. Di mana dari video yang beredar luas dan juga bukti serta keterangan, aksi ini berujung pada tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP Kota Bukittinggi kepada pihak kampus Fort De Kock yang terjadi di kawasan kampus tersebut.
Dari video yang beredar ini, menimbulkan kemarahan dan protes oleh masyarakat. Terutama mahasiswa dan mahasisiwi Fort De Kok mengecam tindakan kekerasan ini dan berujung turun ke lapangan, menemui pihak kepolisian di Kantor Polres Bukittinggi. Adapun harapannya agar tindakan arogan dan premanisme yang dilakukan pihak Satpol PP ini bisa tindak tegas.
Dari hasil informasi, didapatkan awal mulanya kejadian ketika pihak dari Satpol PP memasang plast aset Pemko Bukittinggi di Kampus Fort De Kock, pada hari yang sama. Melihat kedatangan dari Satpol PP, salah satu dosen dari kampus tersebut menanyakan kedatangan dari pihak Satpol PP ini, kareana datang tanpa ada izin atau pemebritahahan kedatangan sebelumnya.
Baca juga: Piala Walikota Payakumbuh Digelar: Sebanyak 16 Tim dari Sumbar – Riau Turut Ikuti Turnamen
Diketahui juga pihak Satpol PP Kota Bukittinggi ini datang ke Kampus Fort De Kock dengan lewat belakang, dengan cara memanjat pagar pembatas. Kemudian memasang plang pemberitahuan aset milik Kota Bukittinggi. Akan tetapi saat pihak dosen meminta dokumen dan dasar kepemilikan aset, tidak digubris oleh pihak Satpol PP. Kemudian terjadi aksi dorong mendorong dan juga tindakan main tangan lainnya.
Dari kejadian tersebut diketahui terdapat beberapa dosen, mahasiswa dan pihak lainnya dari kampus Fort De Kock menjadi korban kekeraan dari pihak Satpol PP ini, yang di mana aksi ini juga turut terekam di ponsel kemudian viral di media sosial. Di mana dari kekerasan ini, juga terdpaat tenaga pendidik (dosen) yang akhirnya dilarikan ke rumah sakit, guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Baca juga: Soal Mahasiswi Asal Solok Minta Bantuan KDM Buat Biaya Kuliah: Akhirnya Pihak c! Simak Ulasannya
Pasca kejadian ini mahasiswa dan mahsiswi kampus Fort De Kock mengecam perbuatan premanisme ini, dan kemudian melakukan aksi turun dan demo ke Kantor Polrrs Bukittinggi dan juga turut dihadiri oleh pihak dosen Fort De Kock.
Pihak dari kampus Fort De Kock meminta dan menuntut aparat penegak hukum, untuk menindak tegas tindakan kekerasan yang dilakukan oleh Satpol PP. Serta kejadian ini juga akan berlanjut ke jalur hukum.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan