Tradisi Menyambut Ramadhan di Pasaman Barat:Maapam Yang Penuh Akan Makna dan Nilai Keagamaan
Provinsi Sumatera Barat, juga memiliki ragam persiapan dan perayaan yang dilaksanakan dalam rangka menyambut bulan suci umat islam ini. Baik seperti tradisi malamang, marandang, mandoa dan berbagai tradisi lainnya. Kali ini akan dibahas salah satu tradisi yang penuh akan makna, kebersamaan dan nilai keagamaan, yaitu Maapam. Berikut di bawah ini akan dijelasks\an tradisi maapam, yang ada di Provinsi Sumatera Barat.
Baca juga: Akan Dilakukan Penataan Ulang: Pemko Bukittinggi Buka Peluang Investor Pengelolaan BTC
Tradisi Maapam
Tradisi maapam merupakan salah satu tradisi yang turun temurun, dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Provinsi Sumatera Barat. Maapam sendiri adalah kue apam, yang merupakan salah satu makanan khas Minangkabau. Di saat menyambut bulan Ramadan, masyarakat Kabupaten Pasaman Barat, akan memasak kue ini secara bersama sama.
Tujuan Tradisi Maapam
Tujuan dilaksanakannya tradisi maapam ini adalah, untuk menyambut datangnya bulan Suci Ramadan dan digelar sebelum Bulan Suci Ramadan datang. Biasanya tradisi maapam ini digelar pada bulan Rajab, di setiap tahunnya.
Ketika kue apam ini selesai dibuat, maka akan dibagikan kepada semua warga sekitar. Tradisi ini juga sebagai bentuk menjalin tali silaturahmi antar masyarakat dan juga semangat gotong royong. Hal ini bisa dilihat dari pembuatan kue apam sendiri, di mana dilakukan secara gotong royong atau bersama sama dengan semua warga sekitar.
Bahan Pembuatan Kue Apam
Bahan bahan yang digunakan dalam mebuat kue apam ini sendiri, tidak jauh berbeda dengan bahan kue pada umumnya. Seperti tepung beras yang ditumbuk, santan, kelapa, garam, gula pasir, dan gula aren. Pencampuran gula aren pada kue apam ini, bertujuan sebai pemanis alami untuk kue apam.
Ketika semua bahan sudah dicampur rata, makan nantinya akan membentuk tekstur adonan berwarna putih. Lalu akan dimasak menggunakan alat masak tradisional yaitu, tungku. Buat sumber apinya sendiri, bersumber dari daun kelapa dan menggunakan kuali yang dari besi. Pada tahun 2020 lalu, Kabupaten Pasaman Barat ini, berhasik mendapat rekor MURI dalam kegiatan memasak kue apam dengan menggunakan tungku terbanyak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Instagram/dinaspariwisata_pasamanbarat, Instagram/info_bnnkpasbar