Ilustrasi bencana alam (freepik/ninjason1)
Sumbar - Cuaca ekstrim yang melanda di Provinsi Sumatera Barat, beberapa hari lalu melumpuhkan berbagai jalan penghubung antar kota dan daerah, dan bencana hidrometeorologi. Hal ini berdampak besar bagi masyarakat yang menjadi korban bancana alam ini. Mulai dari kehilangan tempat tinggal, anggota keluarga dan akses infrastruktur.
Seperti halnya yang terjadi di Jorong Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat pada hari Rabu sore 26 November 2025, yaitu galodo atau banjir banfang di kawasan ini. Hal ini dikarnakan intenstitas hujan yang tinggi yang menimpa daerah sekiatr dan daerah lainnya di provinsi Sumatera Barat.
Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Agam, bisa dilihat bahwasanya ada banyak material lumpur serta kayu yang memblokir jalan setempat dan tempat tinggal warga, yang berdomisili di sekitar Lokasi tempat kejadian.
Galodo yang menerjang kawasan Malalak tersebut, membuat banyaknya lumpur lumpur, dan juga batang kayu dan material lainnya, yang terbawa arus oleh galodo atau banjir bandang ini. Didapatkan informasi bahwa, pada pukul 18.10, air sudah muali mengalami penyurutan walaupun masih bisa dilihat adanya bekas galodo yang melanda di Jorong Toboh Tangah, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Dalam menanggapai hal ini, Kepala Bidang Kedaluratan dan Logisitik (Kabid KL) Badan penanggulangan Bencana Daerah) atau BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur menyatakan bahwa bencnaa galodo atau banjir bandang ini terjadi berulang kali dalam bebrapa bulan terkahir ini. Dia juga menambahkan, kondisi geografis Malalak yang berlokasi di dataran tinggi ini, menjadi salah satu penyebab alamiah daerah ini cepat mengalami dampak ketika ada terjadi hujan lebat.
Baca juga: Pemko Payakumbuh Resmi Lepas Empat GTK Dalam Ajang Nasional: Berikut Penjelasannya
Kepala Bidang Kedaluratan dan Logisitik (Kabid KL) Badan penanggulangan Bencana Daerah) atau BPBD Kabupaten Agam, Abdul Gafur, menambahkan lagi bahwa cuaca yang saat ini melanda Provinsi Sumatera barat, bukan slaah satu faktor yang memperburuk kondisi saat ini. Akan tetapi didapatkan juga informasi bahwasanya, satu hari sebelum datangnya banjir bandang ini, adanya aliran Listrik di daerah tersebut sudah mati.
Diharapkan semua warga sekitar yang terdampak untuk terus waspada dan hati hati selama masa siaga bencan di provinsi Sumbar ini. Diharapkan juga, semua pihak baik dari BNPB, BMKG, pemerintah dan juga masyarakat untuk senantiasa berkoordinasi dalam menerima informasi yang benar, selama masa cuaca ekstrim ini terjadi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan