Senin, 06 OKTOBER 2025 • 13:39 WIB

Inovasi JIAT Solusi Bagi Petani Padang Saat Musim Kemarau : Beikut Penjelasannya

Author

Ilustrasi lahan persawahan (freepik/nikitabuida)

Sumbar - Musim kemarau menjadi salah satu tantangan bagi banyak petani, dalam melaksanakan pekerjaannya. Tanaman padi yang ditanam,  tidak mendapat banyak air ataupun terlairi air dengan baik. Sehingga menyebabkan lahan persawahan mengalami kekeringan, dan bahkan terkadang sampai gagal panen. 

Akan tetapi, masalah tersebut akan bisa teratasi, dengan adanya inovasi dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) V, yang rencananya akan membangun Jaringan Irigasi Air Tanah, atau yang disingkat dengan (JIAT). Kegiatan ini dilakukan di, Kantor Camat Bungus Teluk Kabung, pada hari Jumat, 03 Oktober 2025. 

Baca juga: Apa Sebenarnya Yang Dimkasud Dengan Deportasi, Berikut Penjelasannya

Pada kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, menyebutkan bahwa pembangunan jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) ini, dilaksanakan di dua kecamatan. Yaitu antara lain: Kecamatan Bungus Teluk Kabung serta Kecamatan Lubuk Kilangan. Dia menambahkan juga, bahwasanya aka nada delapan kelompok tani, yang akan mendapatkan jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) ini. 

Dia menambahkan Pembangunan JIAT ini, adalah membangun sumber air irigasi, untuk keperluan sawah melalui sumber air irigasi, dari Sungai (air permukaan). Dia menjelaskan juga, pembangunan JIAT ini, untuk mendukung swasembada pangan sengan memperlancar ketersediaan air, untuk lahan sawah. 

Kepala Dinas Pertanian Kota Padang, Yoice Yuliani, mengatakan pada awalnya pihak Dinas Pertanian Kota Padang, mendapatkan laporan dari Dinas PUPR Kota Padang, bahwa ketika itu, ada anggaran Pembangunan untuk jaringan Irigasi Air Tanah, yang terdapat di Kementrian PU. Setelah mendengar hal tersbeut, Dinas Pertanian kemudian, mengusulkan JIAT untuk Kota Padang, melalui aplikasi SIPURI, yang ada di BWS V (Kementrian Pekerjaan Umum). 

Baca juga: Serahkan Tape Real Bung Hatta ke Museum Kelahiran Bung Hatta : RRI Dapat Apresiasi Dari Wawako Bukittinggi

Akhirnya usulan tersebut diakomodir pada DIPA APBN Kementrian PU, sebanyak delapan kelompok tani mendapatkan bantuan tersebut. Dia menjelaskan, dipilihnya kelompok tani penerima manfaat di Bungus, karena lahan sawah di sana memiliki luas 650 hektar, dan terdapat banyaknya kelompok tani di wilayah itu. Di Bungus juga ada lahan sawah tadah hujan seluas 123 hektare, dengan sumber airnya dari bukit.

Sehingga ketika musim kemarau datang, sumber air sawah di sini akan mengalami kekeringan. Semua saran prasarana yang difasilitasi mellaui JIAT ini, terbilamg cukup bnayak, di antaranya seperti: bak penampungan, sumur bor air tanah dalam, pompa air, solar sebagai sumber listrik untuk pompa air dan pipa menuju lahan sawah. 

Adapun delapan kelompok tani penerima manfaat JIAT ini yaitu: 
1.    Poktan Bunga Ynjung di Kelurahan Bungus Barat Kecamatan Bungus, 
2.    Poktan Labuhan Tarok di Kelurahan Bungus Barat kecamatan Bungus, 
3.    Poktan Sarasah kelurahan Bungus Timur Kecamatan Bungus, 
4.    Poktan Kolong Jambak Kelurahan Bungus Barat, Kecamatan Bungus, 
5.    Poktan Batung I, di Kecamatan Kelurahan Teluk Kabung Utara Kecamatan Bungus, 
6.    Poktan Batung II di Kelurahan Teluk Kabung Utara kecamatan Bungus, 
7.    Poktan Aie Cangkiang di Kelurahan Teluk Kabung Selatan Kecamatan Bungus 
8.    Poktan Subur Kelurahan Koto Lalang Kecamatan Lubuk Kilangan 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Padang.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU