Adanya Pergerakan Tanah Di Ngarai Sianok Pasca Hujan dan Cuaca Ekstrim di Kota Bukittinggi: Warga Sekitaran Ngarai Sianok Dievakuasi Ke Tempat Aman
Sumbar - Cuaca ekstrim melanda wilayah dan kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat sejak beberapa hari lalu sampai saat ini. Akibat dari cuaca ekstrim ini, beberapa wilayah akhirnya dikategorikan sebagai kabupaten dan kota yang sedang dalam status siaga bencana. Hal ini dikarenakan adanya bencana hidrometeorologi yang terjadi didaerah tersebut, seperti: banjir, longsor, angin kencang yang mengakibatkan rusaknya lingkungan dan infrastruktur. Adapun Kota dan kabupaten, yang masuk dalam siaga bencana adalah:
Baca juga: Kota Padang Jadi Lokasi Penyelenggarakan ASEAN Youth Centre Meeting (AYCM) 2025
1. Kota Pariaman
2. Kota Padang
3. Kabupaten Padang Pariaman
4. Kabupaten Pesisir Selatan
5. Kabupaten Sijunjung
6. Kabupaten Kepualuan
7. Kabupaten Agam
8. Kabupatesn Pasaman Barat
9. Kabupaten Tanah Datar
10. Kabupaten Solok
11. Kabupatesn Solok Selatan
12. Kabupaten Dharmasraya
13. Kabupaten Lima Puluh Kota
Tidak hanya daerah yang disebutkan di atas saja. Beberapa kota dan kabupaten lainnya juga dilakukan siaga bencana dan antisipasi. Seperti halnya yang terjadi di Kota Bukittinggi, tepatnya di Kelurahan Bukit Cangang Kayu Ramang. Di mana pada hari Senin, 24 Novemeber 2025, telah terjadi adanya pergerakan tanah di sekiatran Kawasan Ngarai Sianok.
Baca juga: Pemerintah Kota Padang Gelar Sosialisasi Peningkatkan Kualitas Juru Parkir
Berdasarkan dari kejadian tersebut, pemerintah setempat langsung mengambil tindakan cepat dan sigap, dengan mengevakuasi semua warga yang berdomisili di sekiataran Ngarai Sianok, ke tempat yang lebih aman, sampai cuaca dan kondisi dipastikan stabil.
Tercatat adanya sekitar 68 warga dievakuasi dari tempat tinggal mereka masing masing. Hal ini dikarenakan, banyaknya rumah rumah penduduk yang berdiri dekat sekiataran jurang Ngarai Sianok tersebut. Oleh karena itu, guna mengantisipasi risiko lebih jauh, semua masyarakat telah mengungsi.
Kalaksa BPBD Kota Bukittinggi, Zulhendri menjelaskan bahwa kegiatan evakuasi ini dilakukan setelah adanya informasi pergerakan tanah di sekiataran Ngarai Sianok Kota Bukittinggi. Tidak hanya warga asli sekitar yang terdampak, akan tetapi anak anak kost seperti karywan/I, pelajar serta mahasiswa juga ikkut serta mengungsi dari penginapan mereka.
Baca juga: Bangga! Kota Bukittinggi Raih Kembali Predikat Kota Informatif 2025
Tindakan evakuasi warga setempat dilakukan karena dikhawatirkan akibat dari pergerakan tanah itu, dapat memicu terjadinya bencana hidrometeolorologi, seperti longsor. Ini merupakan bentuk dari antisipasi dan kewaspadaan.
Berdasarkan Surat Edaran dari Pemerintah Provinsi Sumatera barat, yang isinya mengatakan potesni hujan dan cuaca ekstrim, yang terjadi dari tanggal 21 – 27 November 2024 di Sumbar. Diharapkan juga semua warga skeitar dan warga Kota Bukittinggi lainnya, untuk tetap waspada dan memantau cuaca di skeitar tempat tinggal masing masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan