Sumbar - Pascabencana yang terjadi bulan November tahun lalu di Provinsi Sumatera Barat, pemerintah melaksanakan berbagai macam upaya rekonsonstruksi. Baik pada infrastruktur jalan jembatan, gedung dan juga dalm hal ini termasuk juga pada lahan pertanian, yaitu sawah masyarakat. Di mana diketahui juga lahan ini merupakan salah satu mata pencaharian dan perekonomian masyarakat.
Dalam hal rehabilitasi ini, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menyatakan bahwa rehabilitasi pada pertanian yang mengalami dampak kerusakan pascabencana tersebut, sudah selsai 100%. Pada saat sekarang, fokus pemerintah daerah adalah adanya penanganan pada lahan yang mengalami kerusakan berat serta juga sawah yang hilang diterjang banjir bandang tersebut.
Hal ini disampaikan langsung oleh Gubenrur Provinsi Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah pada saat mengikuti kegiatan tanam padi serentak, pada lahan sawah yang mengalami dampak bencana, yang bertempat Korong Tanah Taban, Nagari Oasie Lawh Lubuk Alung, kecamatan Lubuk ALung, Kabupaten Padang Pariman, pada hari Rabu, 13 Mei 2026.
Baca juga: Tingkatkan Keandalan Dari Segi Operasional: PT. KAI Divre II Sumbar Lakukan Perawatan Intensif
Dalam hal ini Gubernur Provinsi Sumbar, menyatakan bahwa keberasilan dari adanya percepatan rehabilitasi ini, juga tidak lepas dari adanya dukungan dari Kementrian Pertanian, Pihak dari Balai Wilayah Sungai Sumatera V, Pemerintah kota dan kabupaten yang terdampak dan juga pihak terkait lainnya.
Dia juga menyatakan bahwa, total anggaran pada rehabilitasi ini dikucurkan oleh Kementrian Pertanian untuk lahan yang mengalami kerusakan di Provinsi Sumatera Barat, mencaai 32,9 miliar rupiah. Dia juga menyatakan bahwa komitmen yang ditunjukkan oleh Mentri Pertanian dan juga semua jajarannya ini luar biasa.
Baca juga: Ide Weekend dengan Budget Sederhana Buat Mahasiswa di Kota Bukittinggi! Satu Hari Penuh Kepuasan
Tidak hanya itu saja, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansahrullah juga menyatakan dan mengingatkan, adanya ancaman musim dingin serta juga dampak dari el nino yang dalam hal ini diperkirakan mulai pada awal bulan Juni smapai bulan Juli.Gubernur Sumbar juga menjelaskan soal lahan yang mengalami kerusakan ini.
Di mana terdapat sebanyak atau sekiatr 7.000 hekatere lahan pertanian, yang ada di Sumatera Barat mengalami kerusakan yang berat dan juga hilang. Oleh karena itu juga, dalam penanganannya juga diperlukan kerjsama antar lintas pemerintah dan kementrian yang terkait.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan