Sumbar - Pasca bencana banjir bandang yang terjadi di Sumatera Barat pada tahun 2024 lalu, mengkibatkan banyaknya dampak kerusakan di berbagai daerah. Terutama di Kabupaten Tanah Datar. Bencana yang diakibatkan karena adanya aktivitas Gunung Marapi/erupsi pada bulan Mei 2024 tersebut, membuat berbgai infrastruktur, rumah dan fasilitas umum di wailayah ini terdampak.
Dalam menindaklanjuti dampak yang ditimbulkan, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar beserta adanya kerjasama dan kolaborasi dengan pemerintah dari pusat, Kementrian PU, akhirnya menyetujui adanya pembangunan Sabo Dam.
Sebagaimana dikelathui, Sabo Dam adalah suatu bangunan yang berfungsi untuk mengendalikan lahar dan sedimen pada Kawasan Gunung Marapi. Ini merupakan sala satu langkah tepat, guna menimalisir serta sebagai bentuk antisipasi jikalau suatu saat terjadi aktivitas Gunung Marapi kembali. Sehingga bisa meminimkan kerusakan atau korban jiwa.
Baca juga: Sambut Hari Raya Idul Fitri Mendatang: Pemko Pariaman Akan Gelar Festival Takbir Keliling
Kegiatan pembangunan Sabo Dam ini, diawali dengan ground breaking yang digelar di Nagari Kampung Jmabu, Kabupaten Tanah Datar. Dalam kegiatan ground breaking ini, juga turut dihadiri oleh sejumlah pihak. Dari Mentri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo, Andre Rosiade selaku Wakil ketua Komisi VI DPR RI, dan tamu undangan lainnya.
Pada kesempatan ini mentri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan bahwa, proyek ini adalah bentuk dari tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto, supaya negara turut hadir secara langsung guna melindungi masyarakat, yang berada di wilayah rawan bencana.
Dia menjelaskan juga, adapun fungsi utama dari Sabo Dam sebagai penahan serta mengendalikan aliran material volkanik, dari Guung Marapi. Sehingga nantinya, tidak langsung menerjang permukiman waraga dan infrstrukrur serta hilir. Pengendali sedimen ini, dirancang guna memperlambat serta menampung material. Baik berupa pasir, lumpur, batu saat terjadi hujan, jika suatu saat terjadi hujan pada daerah hulu.
Baca juga: Kiat Tim Safari Ramadhan: Kunjungi Masjid Jami’ Tarok Dipo
Dalam hal ini Dody Hanggodo menjelaskan, adanya usulan pembangunan Sabo Dam di Kawasan Gunung Marapi, Kabupaten Tanah Datar ini, sudah disampaikan 2 tahun yang lalu, oleh pihak dari Pemerintah Kabupaten Tanah Datar. Kemudian buat pembangunan berikutnya, akan dilakukan pengkajian mendalam agar terintegrasi.
Di Kabupaten Tanah atar ini, nantinya akan dibangun 5 Sabo Dam. Dua diantaranya akan berada di unit Batang Anai serta 3 unit di Batang/Sungai Malana. Kemduian juga ada 1 unti series River Training work, pada Sungai Batang Pagu Pagu Kecamatan X Koto.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan