Sumbar - Pascabencana hidrometeorologi yang menimpa Provinsi Sumatera Barat, pada November 2025 lalu mengakibatkan banyaknya jalan nasional dan infrastruktur mengalami kerusakan. Berangkat dari hal tersebut, sedar awal sampai sekarang proses perbaikan jalan masih dilakukan oleh pemerintah bersama dengan pihak yang terlibat.
Hal ini juga mengakibatkan arus mudik lebaran Hari Raya Idul Fitri 1447 H mendatang, akan diberlakukan aturan dan manajemen sistem yang berlaku. Guna menghindari terjadinya macet diperjalanan. Oleh hal tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, merampungkan adanya skema rekayasa lalu lintas dengan Kementrian Perhubungan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) yang dihadiri Mentri Perhubungan RI, Dudy Purwagandhi.
Kegiatan berlangsung di Auditorium Gubernuran, pada hari Kamis 26 Februari 2026. Mentri perhubungan mengarahkaan bahwa, penyelenggaraan angkutan Hari Raya Idul Fitri tidak hanya hanya semata mata dalam berorientasi di kelancaran arus. Akan tetapi, juga diperlukan keselamatan serta keterlayanan mobilitas masyarakat. Sebab itu, Menhub meminta agar koordinasi lintas sektor diperkuat.
Baca juga: Hadiri Undangan FGD KEKD: Kota Payakumbuh Jelaskan Mengenai Strategi Peningkatan PAD
Pada momen ini Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah mengatakan bahwa, tantangan Sumbar dalam menghadapi adanya arus mudik di tahun sekarang tidak mudah. Tidak hanya dari lonjakan pemudik. Akan tetapi, kapasitas jalur alternatif yang tersedia juga terbatas.
Lembah Anai masih pada proses konstruksi. Sehingga belum optimal dalam menampung adanya volume kendaraan. Kemudian buat arus Sicincin – Malalak, yang pada sebelumnya juga diharapkan bisa menjadi alternatif juga belum bisa difungsikan. Dikarenakan rusak terdampak akan bencana.
Hal ini mengakibatkan, beban kendaraan akan berfokus pada jalur utama Padang – Bukittinggi dan juga sekitarnya. Dia juga mengingatkan, tekanan lalu lintas tidak hanya terjadi saat puncak mudik saja. Akan tetapi, berlanjut pada masa libur. Dikarenakan tinggi mobilisasi masyarakat yang hendak berpergian. Baik buat silaturahmi ataupun berwisata.
Baca juga: Layanan di PMI Kota Bukittinggi: Mulai Dari UDD Sampai Layanan Prima
Adapun lonjakan arus lalu lintas Sumbar, akan berpotensi mengalami lonjakan pada H+ 1 sampai H+ 5. Kondisi geografis daerah yang didominasi tanjakan curam, tikungan sampai lereng rawan longsor. Oleh karena itu, supaya disiapkan langah pengalaman ekstra sedari dini.
Skema Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas (one way)
1. Padang – Bukittinggi: pukul 10:00 – 14:00
2. Bukititnggi – Padang: 14:00 – 18:00
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan