Selasa, 12 AGUSTUS 2025 • 21:31 WIB

Dalam Rangka Memperingati Kemerdekaan RI yang ke-80: Flipper’s Organization Adakan Dialog perjuangan dan Kebangsaan di Kota Bukittinggi

Author

Dialog Perjuangan dan Kebangsaan di Kota Bukittinggi (bukittingikota.go.id)

Sumbar - Negara Kesatuan Republik Indonesia, akan memperingati hari kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus mendatang. Dalam memperingati dan merayakannya, saat ini banyak berbagai pihak baik dari instansi pemerintah, sektor pendidikan dan masyarakat umum, mengadakan berbagai kegiatan, untuk memperingati dan merayakan Hut RI ke-80 ini.

Salah satunya, kegiatan Dialog Perjuangan dan kebangsaan, yang diadakan oleh Flipper’s Organization di Kota Bukittinggi, pada Sabtu, 9 Agustus 2025 kemaren. Selain untuk memperingati Hut RI ke-80, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat persatuan serta nilai nilai perjuangan, dalam konteks kebangsaan masa kini.

Baca juga: Hadiri Rakornas 2025: Pemko Payakumbuh Paparkan Strategi dalam Pemanfaatan Ekonomi Kreatif

Dialog perjuangan dan Kebangsaan in, dihadiri oleh Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, Wakil Bupati Tanah Datar, Niniak Mamak Kota Bukittinggi, dan juga tokoh tokoh daerah dan nasional. Acara yang digagas oleh, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya mineral (ESDM) Yuliot Tanjung ini, menghadirkan narasumber, dari berbagai latar belakang, seperti: Prof. Dr. Meutia Farida Hatta, yang merupakan putri sulung dari Wakil Presiden RI pertama, Muhammad Hatta, Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar, Dt. Rangkayo Basa, Hasril Chaniago, dan Arief Malin Mudo.

Pada kesempatan ini, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot Tanjung, dalam sambutannya, menyatakan bahwa, masyarakat Minangkabau, memiliki karakter pejuang, yang telah memberi kontribusi besar, kepada bangsa. Dia menjelaskan, maksud pejuang di sini adalah berjuang sesuai kemampuan dan kondisi masing masing wilayah. 

Baca juga: Penilaian Akreditasi Oleh Perpustakaan Nasional RI : Pemkab Tanah Datar Siap Jadikan Perpustakaan menjadi Pusat Kegiatan Masyarakat Yang Inspiratif

Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar DT. Bagindo Basa, juga turut menyampaikan bahwa, kemerdekaan tidak hanya bebas dari penjajahan saja. Akan tetapi juga, berjuang melawan kebodohan dan kemiskinan. Dia menambahkan, kemerdekaan adalah dua sisi mata uang, tujuan dan daya saing bangsa.
Dalam hal ini, Prof. Dr. Meutia Farida Hatta, mengajak semua generasi muda, untuk menumbuhkan kembali kecintaan terhadap tanah air, melalui pengenalan sejarah perjuangan. 

Baca juga: HJK Padang yang ke 356, Pemko Padang Jalin Kerjasama Dengan India Dalam Sektor Pendidiikan dan Lainnya: Berikut Ulasannya

Wakil Wakiota Bukittinggi Ibnu Asis, menegaskan bahwa, Kota Bukittinggi memiliki peran strategis dalam sejarah bangsa. Terutama saat menjadi ibukota negara, pada masa Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI), pada tahun 1948-1949, ketika kota tersebut, menjadi pusat pemerintahan.  Dia menambahkan bahwa, kemajuan suatu bangsa, akan terwujud apabila semua pemimpin mampu melahirkan integritas dan keteladanan yang dapat ditiru oleh masyrakat. 

Semoga dengan adanya acara ini, dan juga pesan pesan yang diberikan oleh semua narasumber dan tamu yang hadir, maka semua rakyat Indonesia bisa menambah rasa cinta akan tanah air, dan lebih dalam lagi mengenal Sejarah. Serta acara serupa bisa diadakan lagi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Bukittinggikota.go.id

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU